Kamis, 08 Agustus 2019

Bahasa Arab Untuk Tujuan Politik


BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

       Bahasa Arab telah diajarkan di Indonesia sejak masuknya Islam ke Nusantara. Kenyataan ini menyiratkan secara tidak langsung bahwa orientasi pembelajaran bahasa Arab sedari awal tidak lepas dari tujuan keagamaan yakni bahasa Arab dilihat sebagai bahasa Islam. Seiring dengan perkembangan waktu tujuan pembelajaran bahasa Arab berkembang dari sekedar tujuan keagamaan, biasanya dikaitkan dengan penelaahan kitab kuning, hingga tujuan komunikasi sebagaimana tuntutan era moderen saat ini. Persoalan orientasi pembelajaran ini menjadi penting jika dilihat dari kenyataan bahwa rata-rata orang Indonesia yang belajar bahasa Arab secara formal telah  menghabiskan hingga belasan bahkan puluhan tahun tetapi belum memiliki kompetensi kebahasaan yang memadai.

       Orientasi akan menentukan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran bahasa Arab. Tujuan pembelajaran bahasa Arab yang diorientasikan untuk tujuan keagamaan dengan sendirinya mengkonsekuensikan pendekatan, metode, dan teknik yang sesuai dengan tujuan tersebut. Demikian halnya jika bahasa Arab diajarkan untuk tujuan komunikatif, untuk tujuan politik ataupun untuk tujuan-tujuan lainnya. Bahasa Arab tetap dibutuhkan untuk kepentingan-kepaentingan tersebut.

Tulisan ini akan memfokuskan pada bahasa Arab dengan tujuan politik. Penguasaan bahasa asing dalam berkomunikasi dengan mitra asing adalah modal penting meraih simpatinya dan memudahkan proses pencapaian tujuan kerja sama dengan mereka. Tanpa itu, bekerja sama dengan orang asingakan sulit dilakukan.





B.  Rumusan Masalah

1.      Bagaimana peran Bahasa Arab sebagai bahasa internasional?

2.      Bagaimana peran dan fungsi bahasa Arab dalam bidang politik (Diplomasi)

3.      Bagaimana metode pembelajaran bahasa arab  untuk tujuan politik?

4.      Bagaiamana materi ajar dalam pembelajaran bahasa arab  untuk tujuan politik?

C.  Tujuan

1.      Untuk mengetahui peran Bahasa Arab sebagai bahasa internasional

2.      Untuk mengetahui peran dan fungsi bahasa Arab dalam bidang politik (Diplomasi)

3.      Untuk mengetahui metode pembelajaran bahasa arab  untuk tujuan politik

4.      Untuk mengetahui materi ajar dalam pembelajaran bahasa arab  untuk tujuan politik





                                                                         BAB II

PEMBAHASAN

A.  Bahasa Arab Sebagai Bahasa Internasional

Bahasa Arab berasal dari rumpun bahasa-bahasa Semit (Semitic Language/ Samiah) yang mempunyai penutur terbanyak di dunia. Masuk dalam rumpun bahasa semit diantaranya: Bahasa Hebrew (Yahudi), Amrahic (Ethiopia), Akkadian (Assyria dan Babilonia), Aramiki (Arab masa Nabi Isa as dan sebagian Syiria).

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa mayor di dunia yang dituturkan oleh lebih dari 200 juta jiwa dan digunakan secara resmi di lebih dari 20 negara. Secara umum bahasa Arab memiliki dua varietas: pertama : Bahasa Arab Klasik (Clasical Arabic), bahasa Arab standar/ baku, kedua : Bahasa Arab Kolukwial atau yang kita kenal dengan `Amiyyah (bahasa Arab pasaran). Varietas yang pertama umumnya digunakan dalam komunikasi resmi seperti dalam sekolah, kantor, seminar, dilpomatik, berita, buku-buku, majalah, dokumen-dokumen resmi dan sebagainya. Sedangkan varietas kedua, sering digunakan untuk keperluan komunikasi atau percakapan sehari-hari oleh warga kebanyakan.

Faktor yang mempengaruhi bahasa Arab berkembang sedemikian cepat, yang terpenting di antaranya adalah datangnya Islam. Para pembahas dan ahli linguistik sependapat bahwa peristiwa terpenting dalam sejarah perkembangan bahasa Arab adalah datangnya dan tersebarnya agama Islam sampai meluas ke berbagai daerah dari Asia Tengah sampai Afrika Barat.[1]

Bahasa Arab adalah bahasa yang menduduki peringkat ke enam di dunia sebagai bahasa yang paling banyak digunakan serta sebagai bahasa resmi yang digunakan PBB. Sampai sekarang Bahasa Arab adalah bahasa yang paling berkembang jumlah penuturnya dibandingkan dengan anggota- anggota rumpun Bahasa Semit yang lain. Bahasa Arab adalah bahasa kuno yang masih digunakan sampai sekarang. Bila dibandingkan dengan anggota rumpun Bahasa Semit yang lain. Mungkin di masa yang akan datang Bahasa Arab akan menduduki posisi pertama sebagai bahasa yang paling banyak penuturnya. Tidak menutup kemungkinan Bahasa arab akan menjadi Bahasa Internasional menggantikan kedudukan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional. Sejak kebangkitan sastra Arab pasca lahirnya Islam, ciri keinternasionalan bahasa Arab telah tampak di permukaan.[2]

Pengembangan bahasa arab sebagai bahasa internasional Organisasi Konferensi Islam (OKI) berupaya melakukan kerjasama secara luas, dalam memasyarakatkan dan mendekatkan bahasa arab dengan masyarakat internasional, terutama dengan negara-negara anggota OKI. Indonesia sedang menjajaki kerja sama pengembangan pengajaran bahasa arab dengan institusi The Arab Academy di mesir untuk mewujudkan rencana itu.

Bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan secara luas di planet ini. Bahasa Arab merupakan bahasa utama dari 22 negara, digunakan oleh lebih dari 250 juta orang. Bahasa ini juga merupakan bahasa kedua pada negara-negara Islam karena dianggap sebagai bahasa spiritual Islam - salah satu agama-agama besar Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa tetap di organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Alasan lain yaitu bahasa Arab merupakan salah satu bahasa tertua yang hidup di dunia, dan merupakan bahasa asli dari banyak bahasa, bahkan ada teori yang menyatakan bahwa "bahasa Arab merupakan asal dari bahasa-bahasa" dan mereka yang mengadopsi teori ini berlandaskan pada kenyataan bahwa orang Arab dapat melafalkan suara apapun dalam bahasa manapun di dunia dengan mudah, di lain pihak banyak orang-orang bukan-Arab yang kesulitan mengucapkan beberapa huruf Arab yang tidak terdapat dalam bahasa asli mereka.[3]

B.  Peran  dan Fungsi Bahasa Arab Sebagai Bahasa Diplomasi

Diplomasi adalah seni dan praktik bernegosiasi oleh seseorang (disebut diplomat) yang biasanya mewakili sebuah negara atau organisasi. Kata diplomasi sendiri biasanya langsung terkait dengan diplomasi internasional yang biasanya mengurus berbagai hal seperti budaya, ekonomi, dan perdagangan. Biasanya, orang menganggap diplomasi sebagai cara mendapatkan keuntungan dengan kata-kata yang halus.

Dalam dunia diplomasi dalam aktivitas organisasi-organisasi internasional dikalangan dunia Islam seperti Mu’tamar Alam Islami dan Rabithah Alam Islami (dua organisasi Islam internasional) semua kegiatan yang dilakukannya tidak dapat dilepaskan dari penggunaan bahasa Arab sebagai alat komunikasi, baik secara lisan maupun tulisan. Pada 1973, untuk pertama kalinya bahasa Arab dijadikan dan dikukuhkan sebagai bahasa resmi di lingkungan perserikatan bangsa-bangsa (United Nations, PBB) sehingga pidato-pidato diplomatik, pembicaraan dan perdebatan di forum PBB diterjemahkan ke dalam bahasa Arab yang sejajar dengan bahasa asing lainnya.

      Pemakaian bahasa Arab sebagai salah satu bahasa resmi dalam forum internasional semacam PBB telah menempatkan bahasa Arab untuk berperan penting dan sebagai salah satu alat komunikasi dalam hubungan diplomasi internasional. Peningkatan peranan bahasa Arab yang menjadi salah satu alat komunikasi dalam diplomasi internasional ini didukung oleh semakin besarnya peranan negara-negara Arab penghasil minyak dalam dunia perekonomian internasional. Peran ini, tentu saja, menambah dan menjadi daya tarik perhatian dunia terhadap pengajaran bahasa Arab.[4]

Dalam hal perkembangan situasi ekonomi global, bahasa Arab mengambil tempat dan peran yang sangat penting. Itu ditunjukkan dengan semakin pentingnya kawasan Timur Tengah, yang notabene mayoritas masyarakatnya berbahasa Arab, sebagai pusat sumber daya energi dan mineral dunia. Berbagai kalangan di dunia yang berkepentingan dan ingin membuka jalur komunikasi dengan negara-negara Timur Tengah, harus berpikir dan mengambil sikap bahwa mereka sangat membutuhkan penguasaan bahasa Arab, sebagai pintu masuk komunikasi antar budaya yang kemudian membuka jalan bagi hubungan ekonomi, politik, dan sebagainya; sebagai contoh, Duta Besar Jerman dan Duta Besar Belanda yang sekarang bertugas di Indonesia ternyata mampu berbicara dalam bahasa Arab dengan lancar sekali. Sebagai kawasan bisnis baru yang sangat terbuka dan menjanjikan peluang serta prospek yang cerak, Timur Tengah adalah primadona baru yang sedang merebut perhatian banyak kalangan di dunia. Itu ditandai pula dengan semakin banyaknya lembaga dan perusahaan dari luar Arab yang berdatangan dan membuka kantor di negara-negara Timur Tengah. Mereka yang berdatangan itu menyadari bahwa bahasa Arab, selain bahasa Inggris, adalah syarat utama komunikasi dan diplomasi sekaligus pendekatan dengan masyarakat dan negara-negara Timur Tengah.

Dalam hal ini, proses komunikasi, diplomasi, dan negosiasi bilateral tentulah membutuh-kan bahasa Arab sebagai medianya yang paling utama. Sayangnya, harus diakui bahwa tenaga-tenaga ahli yang menguasai bahasa Arab, seperti diplomat dsb., masih sedikit jumlahnya. Padahal, kebutuhan akan hal itu kini begitu tinggi. Hal itu sekaligus menjadi peluang dan tantangan bagi masyarakat Indonesia untuk melihat situasi yang sudah berubah hubungan Indonesia dengan kawasan Timur Tengah yang semakin intensif dan semakin terbukanya peluang kerja dan berpikir ulang bahwa bahasa Arab kini bukan bahasa kelas tiga, tapi sudah menjadi bahasa yang penting dan mutlak perlu dipelajari. Perubahan situasi tersebut jelas menguntungkan masyarakat dan bangsa Indonesia. Namun, keuntungan itu hanya akan dinikmati jika proses komunikasi antar budaya dan antar negara yang berlangsung dijembatani oleh pemahaman bahasa dan budaya yang baik. Jika bangsa dan masyarakat Indonesia tidak memahami bahasa dan budaya Arab dengan baik, maka semua rencana besar menyangkut politik, ekonomi, dsb. antar negara akan sulit terwujud suatu hal yang patut menjadi keprihatinan nasional. Negara ini akan tetap mengalami kerugian besar hanya karena tidak bisa berkomunikasi dan mendekati secara kultural orang orang Arab.

C.  Metode Pembelajaran Bahasa Arab Untuk Tujuan Politik

Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai seperngkat cara, jalan, yang digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran agar peserta didik mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi tertentu yang dirumuskan dalam silabus mata pelajaran. Hanya dengan pemilihan metode yang tepat materi pelajaran termasuk materi pendidikan bahasa arab akan mudah dicerna dengan baik oleh peserta didik. Metode pembelajaran kan berpengaruh terhadap sukses tidaknya proses belajar mengajar. Metode mengajar dalam pendidikan bahasa arab dapat dibuat secara otonom oleh pendidik atau staf pengajar yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi objektif peserta didiknya.[5]

Metode adalah cara dan sarana untuk menyajikan materi pelajaran, maka ketepatan dalam memilih metode sangat menentukan keberhasilan penggunaan metode pembelajaran tersebut. Adapun pertimbangan dalam penggunaan metode adalah sbb:

1.    Metode yang digunakan sesuai dengan karakter peserta didik

2.    Guru memeperhatikan kaidah umum dalam menyampaikan pelajaran

3.    Mempertimbangkan perbedaan kemampuan peserta didik baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik

4.    Bisa menciptakan situasi peserta didik yang kondusif sepanjang tahapan-tahapan pembelajaran

5.    Menumbuhkan konsentrasi dan motivasi peserta didik serta membangkitkan sifat kreatif

6.    Metode yang dipakai bisa menjadikan pembelajaran seperti permainan yang menyenangkan dan aktifitas yang bermanfaat.

7.    Hendaknya menganut dasar-dasar pembelajaran.

Macam-macam metode pembelajaran bahasa Arab untuk tujuan politik

1.      Direct Method

Metode langsung adalah terjemahan dari bahasa Inggris direct method, sementara dalam bahasa Arab disebut at-thariqoh al mubasyarah . Metode ini menurut Azhar Arsyad,  muncul sebagai reaksi penolakan terhadap metode al qawa’id wa tarjamah yang diklaim memperlakukan bahasa sebagai benda mati dan tak punya unsur hidup. Pada saat yang sama muncul gerakan yang mempropagandakan untuk menjadikan bahasa asing lebih efektif  dan efisien.[6]

Metode ini lebih mencoba untuk menggunakan bahasa target dalam pengajaran-pengajaran dimulai dengan dialog yang menggunakan gaya percakapan yang modern dalam bahasa target. Materi biasanya disajikan secara lisan dengan menggunakan gambar atau gerakan. [7]

Adapun karakterisitik metode langsung:

a.    Berbahasa adalah berbicara. Maka berbicara merupakan aspek yang harus diperioritaskan.

b.    Tidak begitu memperhatikan tata bahasa, kalaupun ada hanya diberikan dengan mengulang-ulang[8]

c.    Ada asiosiasi langsung antara kata-kata atau kalimat-kalimat dengan makna yang dimaksud melalui peragaan atau demonstrasi

d.   Untuk memantapkan pelajaran dalam menguasai bahasa asing yang dipelajari, pengajar memberikan latihan berulang-ulang dengan contoh dan hafalan.

1.    Reading Method

        Metode membaca adalah cara menyajikan pelajaran dengan cara membaca. Baik membaca dengan bersuara maupun membaca dalam hati. Melalui metode ini diharapkan peserta didik melafalkan kata-kata dan kalimat-kalimat dalam bahasa arab dengan fasih, lancar dan benar.

        Metode ini dipergunakan bagi sekolah-sekolah yang bertujuan mengajarkan kemahiran membaca dan bahasa asing. Dari sini jelas bahwa metode membaca selain menenkankan kemampuan membaca diam untuk pemahaman.  Juga memandang penting kemampuan pengucapan yang benar, sehingga membaca secara nyaring merupakan kegiatan yang banyak dilatihkan. Kemampuan ini dipandang dapat membantu pelajar atau mahasiswa dalam pengungkapan lisan.[9]

2.    Metode Praktek

        Metode praktek ini dimaksudkan supaya mendidik dengan memberikan materi pendidikan baik menggunakan alat atau benda, seraya diperagakan dengan harapan anak didik menjadi jelas dan sekaligus dapat memperaktikkan materi yang dimaksud.[10]

3.    Metode Mim-Mem method

        Metode ini merupakan latihan mengucapkan kosa kata, struktur kalimat dengan memainkan ucapan guru. Cara ini akan mudah diingat anak didik, karena langsung didemonstrasikan.

D.  Materi Pembelajaran

            Materi pembelajaran bahasa arab banyak memuat kosa kata tentang bidang politik, ungkapan-ungkapan yang sering digunakan dalam diplomasi. Mempelajari segala hal yang berkaitan dengan bahasa arab untuk tujuan politik. Diantara kosa kata yang berkaitan dengan politik:

التّرجمة
المفردات
Makar
المكر
Referendum
الاِسْتِفْتَاء
Komprehensif
الشَامِل
Moratorium
توقيف النشاط
Jaminan
الكَفَالَة
Oposisi
المُعَارَضَة
Pengunduran Diri
الاستقالة
Aliansi
التَحَالُف
Uni Eropa
الاتحاد الأوروبي
Ancaman
التَهْدِيْد
Pos-pos Polisi
أقسام الشرطة
Antipati
النُفُوْر
Senjata Rakitan/Manual
أسلحة آلية
Demokrasi
الدِمُقْرَاطِيّ
Aksi Kekerasan
أعمال العنف
Dinas Intelejen
وَكَالَةُ اِسْتِخْبَارَات
Diplomasi
الدِيبْلُومَاسِيّ
Kios/pos jaga
الأكشاك
Lalulintas Lumpuh Macet Total
شلل مروري
Preventif
الإِحْتِيَاطِيّ
Kontak Senjata
تبادل لإطلاق النيران
Federasi
الاِتِّحَاد
Tantangan Kekinian
التحديات الراهنة
Hukum/Perundang-undangan
القَانُوْن
Tuduhan
الاتهامات
Inspeksi
المُرَاقَبَة
Pengambilan sumpah jabatan
أداء اليمين الدستورية
Penangkapan
إلقاء القبض
Sumpah Jabatan
اليمين الدستورية
Insubordinasi
التَمَرُّد
Laporan
التقارير
Aksi Duduk
الاعتصامات
Investigasi
التحقيقات
Perjanjian
المُعَاهَدَة
Bentrok Berdarah
اشتباكات دامية
Pos Polisi
نقطة الشرطة
Komposisi cabinet
التشكيل الوزاري
Perjuangan
الجِهَاد
Intervensi
التدخل
Perundingan
المُفَاوَضَة
Penangkapan
الاعتقال
Kapitalis
الرَأْسُمَالِيّ
Presiden Terkudeta Terlengser
الرئيس المعزول
Eskalasi Kekerasan
تصاعد العنف
Keamanan Nasional
الأمن القومي
Pembubaran Demonstrasi
تفريق المظاهرات
Revolusi
الثَوْرَة



BAB III

PENUTUP

      

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa mayor di dunia yang dituturkan oleh lebih dari 200 juta jiwa dan digunakan secara resmi di lebih dari 20 negara. Para pembahas dan ahli linguistik sependapat bahwa peristiwa terpenting dalam sejarah perkembangan bahasa Arab adalah datangnya dan tersebarnya agama Islam sampai meluas ke berbagai daerah dari Asia Tengah sampai Afrika Barat. Bahasa Arab adalah bahasa yang menduduki peringkat ke enam di dunia sebagai bahasa yang paling banyak digunakan serta sebagai bahasa resmi yang digunakan PBB. Bahasa Arab adalah bahasa kuno yang masih digunakan sampai sekarang. Bila dibandingkan dengan anggota rumpun Bahasa Semit yang lain. Dengan begitulah bahasa Arab dikatakan sebagai bahasa internasional.

Peran bahasa Arab dengan tujuan politik diantaranya Dalam dunia diplomasi dalam aktivitas organisasi-organisasi internasional tidak dapat dilepaskan dari penggunaan bahasa Arab sebagai alat komunikasi, baik secara lisan maupun tulisan, bahasa Arab juga digunakan sebagai bahasa resmi pada forum internasional PBB, bahasa Arab untuk memudahkan proses pencapaian tujuan kerja sama dengan negara Timur Tengah, dan untuk peluang pekerjaan.

Metode Pembelajaran yang digunakan diantaranya: Direct Method, Reading Method, Metode Praktek dan menggunakan metode mim-mem.



DAFTAR PUSTAKA

Ali Bakri, Muhammad . Metode Langsung (Direct Method) Dalam Pengajaran Bahasa Arab, Al-Maraji’Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, pdf

Arsyad, Azhar . Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya . 2010. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Hermawan, Acep. 2013.  Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

http://id.shvoong.com/humanities/religion-studies/1997669-pentingnya-bahasa-arab-dalam-islam/

http://sirsukemi.blogspot.com/2013/01/manfaat-bahasa-arab-didunia.html


Majid,  Abdul. 2009. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Rosdakarya

Mujib, Fathul. 2016. Rekonstruksi Pendidikan Bahasa Arab dan Pendekatan Keintegratif Humanis. Yogyakarta: pedagogia



[2] Azhar Arsyad, Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya (Yogyakarta, Pustaka Pelajar: 2010), hal.14
[3] http://id.shvoong.com/humanities/religion-studies/1997669-pentingnya-bahasa-arab-dalam-islam/ diakses ahad, 24 Februari 2019
[4] http://sirsukemi.blogspot.com/2013/01/manfaat-bahasa-arab-didunia.html
[5] Fathul Mujib, Rekonstruksi Pendidikan Bahasa Arab dan Pendekatan Keintegratif Humanis (Yogyakarta: pedagogia, 2016), hal. 149
[6] Muhammad Ali Bakri, Metode Langsung (Direct Method) Dalam Pengajaran Bahasa Arab, Al-Maraji’Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, pdf
[7] Fathul Mujib, Rekonstruksi Pendidikan Bahasa Arab dan Pendekatan Keintegratif Humanis (Yogyakarta: pedagogia, 2016), hal. 98
[8] Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2013), hal. 177
[9] Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2013), hal. 193
[10] Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru, (Bandung: PT Rosdakarya, 2009), hal. 153

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perempuan

 Perempuan Aku tidak akan menjabarkan siapa makhluk ini Pada hakikatnya ini adalah aku Lalu, Penjagaan terhadap predikat sebagai perempuan a...