BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Bahasa Arab telah diajarkan di Indonesia sejak masuknya
Islam ke Nusantara. Kenyataan ini menyiratkan secara tidak langsung bahwa
orientasi pembelajaran bahasa Arab sedari awal tidak lepas dari tujuan
keagamaan yakni bahasa Arab dilihat sebagai bahasa Islam. Seiring dengan
perkembangan waktu tujuan pembelajaran bahasa Arab berkembang dari sekedar
tujuan keagamaan, biasanya dikaitkan dengan penelaahan kitab kuning, hingga
tujuan komunikasi sebagaimana tuntutan era moderen saat ini. Persoalan
orientasi pembelajaran ini menjadi penting jika dilihat dari kenyataan bahwa rata-rata
orang Indonesia yang belajar bahasa Arab secara formal telah menghabiskan hingga belasan
bahkan puluhan tahun tetapi belum memiliki kompetensi kebahasaan yang memadai.
Orientasi akan menentukan pendekatan, metode, dan teknik
pembelajaran bahasa Arab. Tujuan pembelajaran bahasa Arab yang diorientasikan
untuk tujuan keagamaan dengan sendirinya mengkonsekuensikan pendekatan, metode,
dan teknik yang sesuai dengan tujuan tersebut. Demikian halnya jika bahasa Arab
diajarkan untuk tujuan komunikatif, untuk tujuan politik ataupun untuk tujuan-tujuan
lainnya. Bahasa Arab tetap dibutuhkan untuk kepentingan-kepaentingan tersebut.
Tulisan ini akan memfokuskan pada bahasa Arab dengan tujuan
politik. Penguasaan bahasa
asing dalam berkomunikasi dengan mitra asing adalah
modal penting meraih simpatinya dan memudahkan proses pencapaian tujuan kerja sama dengan mereka. Tanpa itu, bekerja sama dengan orang
asingakan sulit dilakukan.
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana peran Bahasa Arab sebagai bahasa
internasional?
2. Bagaimana peran dan fungsi bahasa Arab dalam
bidang politik (Diplomasi)
3. Bagaimana metode pembelajaran bahasa arab untuk tujuan politik?
4. Bagaiamana materi ajar dalam pembelajaran
bahasa arab untuk tujuan politik?
C.
Tujuan
1.
Untuk
mengetahui peran Bahasa Arab sebagai
bahasa internasional
2.
Untuk mengetahui peran dan fungsi bahasa Arab dalam bidang politik
(Diplomasi)
3.
Untuk mengetahui metode pembelajaran bahasa arab untuk tujuan politik
4.
Untuk mengetahui materi
ajar dalam pembelajaran bahasa arab
untuk tujuan politik
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Bahasa Arab Sebagai Bahasa Internasional
Bahasa Arab berasal dari rumpun bahasa-bahasa Semit
(Semitic Language/ Samiah) yang mempunyai penutur terbanyak di dunia. Masuk
dalam rumpun bahasa semit diantaranya: Bahasa Hebrew (Yahudi), Amrahic
(Ethiopia), Akkadian (Assyria dan Babilonia), Aramiki (Arab masa Nabi Isa as
dan sebagian Syiria).
Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa mayor di dunia
yang dituturkan oleh lebih dari 200 juta jiwa dan digunakan secara resmi di
lebih dari 20 negara. Secara umum bahasa Arab memiliki dua varietas: pertama :
Bahasa Arab Klasik (Clasical Arabic), bahasa Arab standar/ baku, kedua : Bahasa
Arab Kolukwial atau yang kita kenal dengan `Amiyyah (bahasa Arab pasaran). Varietas
yang pertama umumnya digunakan dalam komunikasi resmi seperti dalam sekolah,
kantor, seminar, dilpomatik, berita, buku-buku, majalah, dokumen-dokumen resmi
dan sebagainya. Sedangkan varietas kedua, sering digunakan untuk keperluan
komunikasi atau percakapan sehari-hari oleh warga kebanyakan.
Faktor yang mempengaruhi bahasa Arab berkembang
sedemikian cepat, yang terpenting di antaranya adalah datangnya Islam. Para
pembahas dan ahli linguistik sependapat bahwa peristiwa terpenting dalam
sejarah perkembangan bahasa Arab adalah datangnya dan tersebarnya agama Islam
sampai meluas ke berbagai daerah dari Asia Tengah sampai Afrika Barat.[1]
Bahasa Arab adalah bahasa yang menduduki peringkat ke
enam di dunia sebagai bahasa yang paling banyak digunakan serta sebagai bahasa
resmi yang digunakan PBB. Sampai
sekarang Bahasa Arab adalah bahasa yang paling berkembang jumlah penuturnya
dibandingkan dengan anggota- anggota rumpun Bahasa Semit yang lain. Bahasa Arab adalah bahasa kuno yang masih
digunakan sampai sekarang. Bila dibandingkan dengan anggota rumpun Bahasa Semit
yang lain. Mungkin
di masa yang akan datang Bahasa Arab akan menduduki posisi pertama sebagai
bahasa yang paling banyak penuturnya. Tidak menutup kemungkinan Bahasa arab
akan menjadi Bahasa Internasional menggantikan kedudukan Bahasa Inggris sebagai
Bahasa Internasional. Sejak kebangkitan sastra Arab pasca lahirnya Islam, ciri
keinternasionalan bahasa Arab telah tampak di permukaan.[2]
Pengembangan bahasa arab sebagai bahasa internasional
Organisasi Konferensi Islam (OKI) berupaya melakukan kerjasama secara luas,
dalam memasyarakatkan dan mendekatkan bahasa arab dengan masyarakat
internasional, terutama dengan negara-negara anggota OKI. Indonesia sedang
menjajaki kerja sama pengembangan pengajaran bahasa arab dengan institusi The
Arab Academy di mesir untuk mewujudkan rencana itu.
Bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan secara luas di
planet ini. Bahasa Arab merupakan bahasa utama dari 22 negara, digunakan oleh
lebih dari 250 juta orang. Bahasa ini juga merupakan bahasa kedua pada
negara-negara Islam karena dianggap sebagai bahasa spiritual Islam - salah satu
agama-agama besar Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa tetap di organisasi
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Alasan lain yaitu bahasa Arab merupakan salah satu bahasa
tertua yang hidup di dunia, dan merupakan bahasa asli dari banyak bahasa,
bahkan ada teori yang menyatakan bahwa "bahasa Arab merupakan asal dari
bahasa-bahasa" dan mereka yang mengadopsi teori ini berlandaskan pada
kenyataan bahwa orang Arab dapat melafalkan suara apapun dalam bahasa manapun
di dunia dengan mudah, di lain pihak banyak orang-orang bukan-Arab yang
kesulitan mengucapkan beberapa huruf Arab yang tidak terdapat dalam bahasa asli
mereka.[3]
B. Peran dan Fungsi Bahasa Arab Sebagai Bahasa
Diplomasi
Diplomasi
adalah seni dan praktik bernegosiasi oleh seseorang (disebut diplomat) yang
biasanya mewakili sebuah negara
atau organisasi. Kata diplomasi sendiri biasanya langsung terkait dengan
diplomasi internasional yang biasanya mengurus berbagai hal seperti budaya,
ekonomi, dan perdagangan. Biasanya, orang menganggap
diplomasi sebagai cara mendapatkan keuntungan dengan kata-kata yang halus.
Dalam
dunia diplomasi dalam aktivitas organisasi-organisasi internasional dikalangan
dunia Islam seperti Mu’tamar Alam Islami dan Rabithah Alam Islami (dua
organisasi Islam internasional) semua kegiatan yang dilakukannya tidak dapat
dilepaskan dari penggunaan bahasa Arab sebagai alat komunikasi, baik secara
lisan maupun tulisan. Pada 1973, untuk pertama kalinya bahasa Arab dijadikan
dan dikukuhkan sebagai bahasa resmi di lingkungan
perserikatan bangsa-bangsa (United Nations, PBB) sehingga pidato-pidato diplomatik,
pembicaraan dan perdebatan di forum
PBB diterjemahkan ke dalam bahasa Arab yang sejajar dengan bahasa asing
lainnya.
Pemakaian bahasa Arab sebagai salah satu
bahasa resmi dalam forum internasional semacam PBB telah menempatkan bahasa
Arab untuk berperan penting dan sebagai salah satu alat komunikasi dalam
hubungan diplomasi internasional. Peningkatan peranan bahasa Arab yang menjadi
salah satu alat komunikasi dalam diplomasi internasional ini didukung oleh
semakin besarnya peranan negara-negara Arab penghasil minyak dalam dunia
perekonomian internasional. Peran ini, tentu saja, menambah dan menjadi daya
tarik perhatian dunia terhadap pengajaran bahasa Arab.[4]
Dalam hal perkembangan situasi ekonomi global, bahasa Arab mengambil tempat
dan peran yang sangat penting. Itu ditunjukkan dengan semakin pentingnya kawasan
Timur Tengah, yang notabene mayoritas masyarakatnya berbahasa Arab, sebagai
pusat sumber daya energi dan mineral dunia. Berbagai kalangan di dunia yang
berkepentingan dan ingin membuka jalur komunikasi dengan negara-negara Timur
Tengah, harus berpikir dan mengambil sikap bahwa mereka sangat membutuhkan
penguasaan bahasa Arab, sebagai pintu masuk komunikasi antar budaya
yang kemudian membuka jalan bagi hubungan ekonomi, politik, dan sebagainya; sebagai
contoh, Duta Besar Jerman dan Duta Besar Belanda yang sekarang bertugas di
Indonesia ternyata mampu berbicara dalam bahasa Arab dengan lancar sekali.
Sebagai kawasan bisnis baru yang sangat terbuka dan menjanjikan peluang serta prospek yang cerak,
Timur Tengah adalah primadona baru yang sedang merebut perhatian banyak kalangan
di dunia. Itu ditandai pula dengan semakin banyaknya lembaga dan perusahaan
dari luar Arab yang berdatangan dan membuka kantor di negara-negara Timur
Tengah. Mereka yang berdatangan itu menyadari bahwa bahasa Arab, selain bahasa
Inggris, adalah syarat utama komunikasi dan diplomasi sekaligus pendekatan
dengan masyarakat dan negara-negara Timur Tengah.
Dalam hal ini, proses komunikasi, diplomasi, dan negosiasi bilateral
tentulah membutuh-kan bahasa Arab sebagai medianya yang paling utama.
Sayangnya, harus diakui bahwa tenaga-tenaga ahli yang menguasai bahasa Arab,
seperti diplomat dsb., masih sedikit jumlahnya. Padahal, kebutuhan akan hal itu
kini begitu tinggi. Hal itu sekaligus menjadi peluang dan tantangan bagi
masyarakat Indonesia untuk melihat situasi yang sudah berubah hubungan Indonesia dengan kawasan
Timur Tengah yang semakin intensif dan semakin terbukanya peluang kerja dan berpikir ulang bahwa bahasa Arab
kini bukan bahasa kelas tiga, tapi sudah menjadi bahasa yang penting dan mutlak perlu
dipelajari. Perubahan situasi tersebut jelas menguntungkan masyarakat dan
bangsa Indonesia. Namun, keuntungan itu hanya akan dinikmati jika proses
komunikasi antar budaya dan antar negara yang berlangsung dijembatani oleh
pemahaman bahasa dan budaya yang baik. Jika bangsa dan masyarakat Indonesia
tidak memahami bahasa dan budaya Arab dengan baik, maka semua rencana besar menyangkut
politik, ekonomi, dsb. antar negara akan sulit terwujud suatu hal yang patut
menjadi keprihatinan nasional. Negara ini akan tetap mengalami kerugian besar
hanya karena tidak bisa berkomunikasi dan mendekati secara kultural orang orang
Arab.
C. Metode Pembelajaran Bahasa Arab Untuk Tujuan Politik
Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai seperngkat cara, jalan, yang
digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran agar peserta didik mencapai
tujuan pembelajaran atau kompetensi tertentu yang dirumuskan dalam silabus mata
pelajaran. Hanya dengan pemilihan metode yang tepat materi pelajaran termasuk
materi pendidikan bahasa arab akan mudah dicerna dengan baik oleh peserta
didik. Metode pembelajaran kan berpengaruh terhadap sukses tidaknya proses
belajar mengajar. Metode mengajar dalam pendidikan bahasa arab dapat dibuat
secara otonom oleh pendidik atau staf pengajar yang bersangkutan sesuai dengan
kebutuhan serta kondisi objektif peserta didiknya.[5]
Metode adalah cara dan sarana untuk menyajikan materi pelajaran, maka
ketepatan dalam memilih metode sangat menentukan keberhasilan penggunaan metode
pembelajaran tersebut. Adapun pertimbangan dalam penggunaan metode adalah sbb:
1.
Metode yang digunakan sesuai dengan
karakter peserta didik
2.
Guru memeperhatikan kaidah umum
dalam menyampaikan pelajaran
3.
Mempertimbangkan perbedaan kemampuan
peserta didik baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik
4.
Bisa menciptakan situasi peserta
didik yang kondusif sepanjang tahapan-tahapan pembelajaran
5.
Menumbuhkan konsentrasi dan motivasi
peserta didik serta membangkitkan sifat kreatif
6.
Metode yang dipakai bisa menjadikan
pembelajaran seperti permainan yang menyenangkan dan aktifitas yang bermanfaat.
7.
Hendaknya menganut dasar-dasar
pembelajaran.
Macam-macam
metode pembelajaran bahasa Arab untuk tujuan politik
1.
Direct Method
Metode
langsung adalah terjemahan dari bahasa Inggris direct method, sementara dalam
bahasa Arab disebut at-thariqoh al mubasyarah . Metode ini menurut Azhar
Arsyad, muncul sebagai reaksi penolakan
terhadap metode al qawa’id wa tarjamah yang diklaim memperlakukan bahasa
sebagai benda mati dan tak punya unsur hidup. Pada saat yang sama muncul
gerakan yang mempropagandakan untuk menjadikan bahasa asing lebih efektif dan efisien.[6]
Metode
ini lebih mencoba untuk menggunakan bahasa target dalam pengajaran-pengajaran
dimulai dengan dialog yang menggunakan gaya percakapan yang modern dalam bahasa
target. Materi biasanya disajikan secara lisan dengan menggunakan gambar atau
gerakan. [7]
Adapun
karakterisitik metode langsung:
a. Berbahasa
adalah berbicara. Maka berbicara merupakan aspek yang harus diperioritaskan.
b. Tidak
begitu memperhatikan tata bahasa, kalaupun ada hanya diberikan dengan
mengulang-ulang[8]
c. Ada
asiosiasi langsung antara kata-kata atau kalimat-kalimat dengan makna yang
dimaksud melalui peragaan atau demonstrasi
d. Untuk
memantapkan pelajaran dalam menguasai bahasa asing yang dipelajari, pengajar
memberikan latihan berulang-ulang dengan contoh dan hafalan.
1.
Reading Method
Metode
membaca adalah cara menyajikan pelajaran dengan cara membaca. Baik membaca
dengan bersuara maupun membaca dalam hati. Melalui metode ini diharapkan
peserta didik melafalkan kata-kata dan kalimat-kalimat dalam bahasa arab dengan
fasih, lancar dan benar.
Metode ini
dipergunakan bagi sekolah-sekolah yang bertujuan mengajarkan kemahiran membaca
dan bahasa asing. Dari sini jelas bahwa metode membaca selain menenkankan
kemampuan membaca diam untuk pemahaman.
Juga memandang penting kemampuan pengucapan yang benar, sehingga membaca
secara nyaring merupakan kegiatan yang banyak dilatihkan. Kemampuan ini
dipandang dapat membantu pelajar atau mahasiswa dalam pengungkapan lisan.[9]
2.
Metode Praktek
Metode
praktek ini dimaksudkan supaya mendidik dengan memberikan materi pendidikan
baik menggunakan alat atau benda, seraya diperagakan dengan harapan anak didik
menjadi jelas dan sekaligus dapat memperaktikkan materi yang dimaksud.[10]
3.
Metode Mim-Mem method
Metode ini
merupakan latihan mengucapkan kosa kata, struktur kalimat dengan memainkan
ucapan guru. Cara ini akan mudah diingat anak didik, karena langsung
didemonstrasikan.
D. Materi Pembelajaran
Materi
pembelajaran bahasa arab banyak memuat kosa kata tentang bidang politik,
ungkapan-ungkapan yang sering digunakan dalam diplomasi. Mempelajari segala hal
yang berkaitan dengan bahasa arab untuk tujuan politik. Diantara kosa kata yang
berkaitan dengan politik:
|
التّرجمة
|
المفردات
|
|
Makar
|
المكر
|
|
Referendum
|
الاِسْتِفْتَاء
|
|
Komprehensif
|
الشَامِل
|
|
Moratorium
|
توقيف النشاط
|
|
Jaminan
|
الكَفَالَة
|
|
Oposisi
|
المُعَارَضَة
|
|
Pengunduran
Diri
|
الاستقالة
|
|
Aliansi
|
التَحَالُف
|
|
Uni Eropa
|
الاتحاد الأوروبي
|
|
Ancaman
|
التَهْدِيْد
|
|
Pos-pos
Polisi
|
أقسام الشرطة
|
|
Antipati
|
النُفُوْر
|
|
Senjata
Rakitan/Manual
|
أسلحة آلية
|
|
Demokrasi
|
الدِمُقْرَاطِيّ
|
|
Aksi
Kekerasan
|
أعمال العنف
|
|
Dinas
Intelejen
|
وَكَالَةُ اِسْتِخْبَارَات
|
|
Diplomasi
|
الدِيبْلُومَاسِيّ
|
|
Kios/pos
jaga
|
الأكشاك
|
|
Lalulintas
Lumpuh Macet Total
|
شلل مروري
|
|
Preventif
|
الإِحْتِيَاطِيّ
|
|
Kontak
Senjata
|
تبادل لإطلاق النيران
|
|
Federasi
|
الاِتِّحَاد
|
|
Tantangan
Kekinian
|
التحديات الراهنة
|
|
Hukum/Perundang-undangan
|
القَانُوْن
|
|
Tuduhan
|
الاتهامات
|
|
Inspeksi
|
المُرَاقَبَة
|
|
Pengambilan
sumpah jabatan
|
أداء اليمين الدستورية
|
|
Penangkapan
|
إلقاء القبض
|
|
Sumpah
Jabatan
|
اليمين الدستورية
|
|
Insubordinasi
|
التَمَرُّد
|
|
Laporan
|
التقارير
|
|
Aksi Duduk
|
الاعتصامات
|
|
Investigasi
|
التحقيقات
|
|
Perjanjian
|
المُعَاهَدَة
|
|
Bentrok
Berdarah
|
اشتباكات دامية
|
|
Pos Polisi
|
نقطة الشرطة
|
|
Komposisi cabinet
|
التشكيل الوزاري
|
|
Perjuangan
|
الجِهَاد
|
|
Intervensi
|
التدخل
|
|
Perundingan
|
المُفَاوَضَة
|
|
Penangkapan
|
الاعتقال
|
|
Kapitalis
|
الرَأْسُمَالِيّ
|
|
Presiden
Terkudeta Terlengser
|
الرئيس المعزول
|
|
Eskalasi
Kekerasan
|
تصاعد العنف
|
|
Keamanan
Nasional
|
الأمن القومي
|
|
Pembubaran
Demonstrasi
|
تفريق المظاهرات
|
|
Revolusi
|
الثَوْرَة
|
BAB III
PENUTUP
Bahasa Arab merupakan
salah satu bahasa mayor di dunia yang dituturkan oleh lebih dari 200 juta jiwa
dan digunakan secara resmi di lebih dari 20 negara. Para pembahas dan ahli
linguistik sependapat bahwa peristiwa terpenting dalam sejarah perkembangan
bahasa Arab adalah datangnya dan tersebarnya agama Islam sampai meluas ke
berbagai daerah dari Asia Tengah sampai Afrika Barat. Bahasa Arab adalah bahasa
yang menduduki peringkat ke enam di dunia sebagai bahasa yang paling banyak
digunakan serta sebagai bahasa resmi yang digunakan PBB. Bahasa Arab adalah
bahasa kuno yang masih digunakan sampai sekarang. Bila dibandingkan dengan anggota rumpun
Bahasa Semit yang lain. Dengan begitulah bahasa Arab dikatakan sebagai bahasa
internasional.
Peran bahasa Arab dengan
tujuan politik diantaranya Dalam dunia diplomasi dalam aktivitas
organisasi-organisasi internasional tidak dapat dilepaskan dari penggunaan
bahasa Arab sebagai alat komunikasi, baik secara lisan maupun tulisan, bahasa
Arab juga digunakan sebagai
bahasa resmi pada forum internasional PBB, bahasa Arab untuk memudahkan proses pencapaian tujuan kerja
sama dengan negara Timur Tengah, dan untuk peluang pekerjaan.
Metode Pembelajaran yang
digunakan diantaranya: Direct Method, Reading Method, Metode Praktek dan
menggunakan metode mim-mem.
DAFTAR PUSTAKA
Ali Bakri,
Muhammad . Metode Langsung (Direct Method) Dalam Pengajaran Bahasa Arab,
Al-Maraji’Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, pdf
Arsyad, Azhar . Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya
. 2010. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Hermawan, Acep. 2013.
Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya
http://id.shvoong.com/humanities/religion-studies/1997669-pentingnya-bahasa-arab-dalam-islam/
http://sirsukemi.blogspot.com/2013/01/manfaat-bahasa-arab-didunia.html
Majid, Abdul. 2009. Perencanaan
Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Rosdakarya
Mujib, Fathul.
2016. Rekonstruksi Pendidikan Bahasa Arab dan Pendekatan Keintegratif
Humanis. Yogyakarta: pedagogia
[1]https://supriyadie.wordpress.com/2008/06/11/peran-bahasa-arab-sebagai-bahasa-internasional/ diakses ahad, 24 Februari 2019
[3]
http://id.shvoong.com/humanities/religion-studies/1997669-pentingnya-bahasa-arab-dalam-islam/ diakses ahad, 24 Februari 2019
[5] Fathul Mujib, Rekonstruksi
Pendidikan Bahasa Arab dan Pendekatan Keintegratif Humanis (Yogyakarta:
pedagogia, 2016), hal. 149
[6] Muhammad Ali
Bakri, Metode Langsung (Direct Method) Dalam Pengajaran Bahasa Arab,
Al-Maraji’Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, pdf
[7] Fathul Mujib, Rekonstruksi
Pendidikan Bahasa Arab dan Pendekatan Keintegratif Humanis (Yogyakarta:
pedagogia, 2016), hal. 98
[8] Acep Hermawan,
Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,
2013), hal. 177
[9] Acep Hermawan,
Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,
2013), hal. 193
[10] Abdul Majid, Perencanaan
Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru, (Bandung: PT
Rosdakarya, 2009), hal. 153
Tidak ada komentar:
Posting Komentar