Senin, 23 September 2019

puisi

Berdamai pada takdir













Aku baru bangun, melihat pagi dengan sinar matahari yang menyilaukan
Langit cerah, membawa harapan kebaikan-kebaikan 


Namun, setelah aku meningalkan tempat itu
Ternyata langit tidak secerah yang aku harapkan


Abu, saat kata-kata pedas menghancurkan harapan kebaikan
Aku linglung, terlalu sakit hati kurasa


Andai saja, langit cerah
Mungkin harapanku tidak akan hilang


harapanku tidak akan di hancurkannya
Baiklah, sekarang aku harus berdamai pada takdir


Menyebalkan memang.


Minggu, 22 September 2019

Spritualitas Psikologi Transpersonal


Spritualitas; Psikologi Transpersonal
            Realita yang terjadi pada masa sekarang adalah banyak orang yang kurang mempercayai adanya pengaruh spritual dalam kehidupannya, mereka beranggapan jika proses spritual yang mereka lakukan hanyalah sebatas dimensi keagamaan tanpa adanya pemahaman mendalam terhadap pengaruh dari spritual itu sendiri.
Psikologi Transpersonal
            Psikologi transpersonal merupakan aliran psikologi yang kecewa terhadap ketidakpekaan pakar psikologi terdahulu dalam menangkap peran spiritual dalam diri individu. Dalam psikologi modern jiwa dianggap sebagai fungsi dari proses otak yang material, Psikologi tradisional menganggap yang material adalah komponen terrendah, sedangkan jenjang  tangga tertingginya adalah spiritual ( self beyond-ego).  Jenjang kesadaran ini sejajar dengan jenjang realitas di mana dunia material adalah anak tangga terbawahnya dan spiritual merupakan realitas yang  paling tinggi dari kesadaran yang dimiliki oleh manusia.  
Psikologi transpersonal merupakan cabang ilmu psikologi yang membahas keadaan dan proses pengalaman manusia secara lebih mendalam dan luas, serta memiliki dimensi spiritual. Asumsi umum dalam psikologi transpersonal adalah pengalaman transpersonal melibatkan kesadaran yang lebih tinggi pada diri individu. Individu diarahkan untuk mencapai tahap kesadaran tertinggi (altered state of consciousness) terhadap kondisi dirinya sehingga individu dapat menyadari penyebab dari permasalahannya, yang selanjutnya dapat diketahui solusi yang tepat untuk penanganannya (Vaughan, 1979).  Gagasan dasar psikologi transpersonal mencoba melihat manusia selaras dengan pandangan religius, yaitu sebagai makhluk yang memiliki potensi spiritual, yang bersifat ketuhanan. Teknik yang digunakan dalam psikologi transpersonal berhubungan dengan ritual-ritual yang dijalankan dalam tradisi-tradisi keagamaan, dengan cara pandang holistik, yang pada akhirnya akan membawa pengaruh yang kuat antara tubuh, pikiran, dan jiwa
Konsep Psikologi Transpersonal
            Psikologi transpersonal  berfokus pada dimensi spiritual manusia yang dianggap bahwa dalam dimensi tersebut ternyata mengandung berbagai potensi dan kemampuan yang luar biasa yang kadang diabaikan. Contohnya, dalam kehidupan sehari-hari, agama Islam menganjurkan pemeluknya untuk melakukan ibadah sholat malam atau biasa disebut dengan tahajjud. Dalam kajian psikologi transpersonal, orang yang merasa sangat dalam ketika menjalankan ibadah, khusyu’ dalam kesunyian, menyadari atas apa yang telah dilakukan baik berupa kebaikan atau keburukan serta berserah diri pada Tuhan yang menciptakannya. Dalam kondisi tersebut ia telah memasuki konsep psikologi transpersonal, karena telah mengalami suatu pengalaman spritual yang hanya bisa dinilai dan dirasakan secara pribadi, memiliki perasaan takjub terhadap segala keindahan dan keagungan yang diciptakan Allah sehingga ia merasa kecil dan hina, dan berusaha menyembahNya dengan sebaik-baik penyembahan baik karena perasaan takut maupun perasaan cinta.
            Dari kisah tersebut dapat diungkapkan bahwa keindahan dan ketenangan yang dirasakannya ketika menjalankan shalat tahajud atau shalat malam ialah sebuah dunia psikologi transpersonal dimana ia telah mengakui sesuatu yang spiritual dan hanya mampu dirasakan secara khusus oleh pribadinya sehingga ia mengakui sesuatu yang belum tentu diketahui dan dirasakan oleh orang lain.
            Selain itu, Psikologi transpersonal juga mengarah pada kesadaran manusia, yang menunjukan bahwa diluar kesadaran manusia terdapat ragam dimensi lain yang luar biasa potensinya. Misalnya orang yang tahajjud seperti dijelaskan di atas, mungkin tidak semua orang yang beragama Islam menyadari makna yang didapat dari sholat tahajjud, tiap-tiap individu merasakan hal yang berbeda sesuai dengan keimannya. Dalam kondisi meyakini kebesaran Allah tersebut, sesorang yang masuk ke dalam dunia psikologi transpersonal berada dalam kondisi sadar, bukan dalam kondisi berkhayal ia merasakan keindahan yang dirasakannya secara pribadi tersebut secara sadar, dan dapat mengingatnya dengan jelas.
            Dalam dunia kesehatan, psikologi transpersonal dapat digunakan oleh terapis dengan mengarahkan seseorang pada orientasi pengalaman hidup, khususnya dalam menyembuhkan orang yang berada dalam tekanan. Bisa dilakukan dengan cara banyak mendekatkan dan mengajarinya mengenai agama dan meminta untuk menjalankan hal hal yang berhubungan dengan ibadah atau hal hal spiritual yang nantinya akan memberikan ketenanangan tersendiri pada jiwanya, ketika ia sudah masuk dalam dunia psikologi transpersonal ia akan merasakan ketenangan karena telah memiliki rasa spiritual yang kuat di hatinya.
Konsep psikologi transpersonal sangat berkaitan dengan kegiatan-kegiatan spritual agama Islam, konsep ini memberikan perubahan-perubahan baru dalam dunia psikoterapi. Apakah kita sebagai umat Islam hanya menganggap hal tersebut biasa-biasa saja?, tentu saja tidak. Dalam agama Islam, kegiatan seperti sholat, puasa, dzikir, do’a, i’tikaf, pertaubatan dan lain sebagainya bisa memberikan ketenangan serta pengalaman pribadi yang luar biasa yang melampaui pandangan dari manusia biasa. Secara tidak langsung dengan melakukan pendalaman spritual kita akan memahami hakikat hidup itu sendiri, tidak lain hanya untuk menyembah kepadaNya dan menyadari kebesaran-kebesar yang telah diciptakanNya.
Semoga bermanfaat... 
by: Baiq Wahyu Diniyati H

cerpen, kado yang tertunda


19/07/19
Dear Denganmu
Maaf jika surat ini baru ku kirm sekarang dan telah berbulan bulan melewati hari spesialmu 05 April. Seharusnya pada waktu itu kata kata yang merangkai tulisan ini sudah sampai untukmu, Dan sesuatu berbungkus rapi telah kamu terima. Namun pada kenyataannya hal tersebut tidak ada. Maafkan aku...
Surat yang telah kujanjikan terkirim hari ini juga, saat kamu mebuka dan membacanya. Aku hanya ingin mengatakan jika kamu adalah bagian dariku.

-Rasa 10 tahunku
Saat ini, umur bukanlah ukuran untuk membuat seseorang itu menjadi dewasa, begitu juga kusebut diriku belum melakoni kata “Dewasa”. Kisah yang sudah terlewat selama 21 tahun lalu membuat seseorang menjadi berubah dari masa ke masa, aku memang merasakan hal itu setiap tahunnya, namun untuk sebuah perasaan yang kurasa selam 10 tahun ini belum berubah untukmu yang telah melewati masa hidup 22 tahun. 
Lalu tahukah kamu bahwa sampai saat ini, aku sering berpikir bagaimana menjadi lebih baik lagi, karena sebelumnya aku belum merasakan predikat menjadi lebih baik lagi, itu mindset diriku. tapi belum tentu mindset itu sama dengan orang lain. Aku tak bisa memprediksikan jawabannya. Aku hanya berharap semoga aku menjadi lebih baik. Untuk kamu yang telah melewati masa hidup 22 tahun, apakah kamu merasakan perrubahan lebih baik dalam dirimu?, aku berharap kamu menjawabnya dengan kata iya. dengan harapan tersebut secara tidak sengaja alam akan merespon harapan dan keinginanmu, itulah yang disebut do’a dalam pengharapan kepadaNya. Sudah keberapkalinya aku mengatakan hal tersebut “Semoga menjadi lebih baik” kata ini tidak akan pernah bosan kuucapkan.
Memang untuk saat ini aku mengetahui segala keburukan yang kamu miliki dan beribu kebaikan yang melekat padamu. Dengan begitu kamu adalah seorang yang sampai saat ini aku kagumi. Entah bagaimanapun kamu, aku tidak peduli. Karna yang ku tahu kamu adalah sosok yang hadir dalam hayalku, mimpiku dan nyataku.
Jika kamu bertanya kenapa?
Aku akan menjawab bahwa kamu seorang pemilik hati yang kaya dengan kebaikan. Dan aku tidak akan pernah lupa akan hal itu. Aku ingin terus mengingatnya sampai kapanpun itu.
Namun jika ada keburukan yang telah kamu lakukan entah itu sengaja atau tidak, biarkan saja ia hilang terbawa usia, aku tidak ingin mempermasalahkannya. Aku masih mengingat kata bijak yang pernah kubaca sebelumnya.    “ Jika kamu membenci seseorang dengan keburukan yang telah dilakukannya maka segera ingat kebaikan kebaikan yang telah diberikannya”. hal itu akan mebuatmu bisa meredamkan amarah. Jadi sedikitpun aku tidak ingin membencimu.


Dan rasa 10 tahunku akan merekam cerita-cerita tentang adanya aku dan kamu. Untuk rasa selanjutnya Tuhan sendiri yang akan mengaturnya.  Kita akan menuju masa yang akan datang..
J
Sampai sekarang, kamu adalah salah satu objek utama dalam pikiranku. Baik masa yang telah lewat, masa yang sekarang dan masa yang akan datang kamu adalah orang yang sama. Orang yang menjadi objek pikiranku. (itu rasa 10 tahunku)

-Masa 22 tahunmu
Masa ini 22 tahunmu telah terlewati, banyak sekali episode hidup yang telah kamu lewati, entah itu suka atau duka. Namun yang perlu dilakukan sekarang adalah memperbaiki hal yang telah berlalu. Kamu bukan orang sembarangan, kamu bukan orang bawahan, aku percaya kamu adalah tingkat orang-orang kelas atas, kelas terbaik yang akan memberikan segala yang terbaik baik untuk dirimu, orang lain maupun untuk bangsa ini.
Perjuangan adalah episode hidup setiap orang, Namun banyak orang yang menyikapi perjuangan tersebut dengan sia-sia, ia melewatinya dengan kesemuan yang tidak pernah pasti dalam hidupnya. Tapi, untuk kamu. tidak akan melakukan hal yang seperti itu bukan?, membuang waktu berjuangmu hanya untuk kesemuan yang ada.
Proses berjuang itu adalah apa yang kamu lakukan sekarang..
Masa ini juga akan menentukan bagaimana arah hidup seorang pejuang. Jadi tetep semangat ya.. Jalanin proses berjuangmu dengan ikhlas, jalanin proses hidupmu dengan berbagi dan ingat jangan pernah memendam rasa sakitmu, ceritakan saja karena aku tidak ingin kamu sakit karena hal itu, aku masih ada untuk mu, aku siap menjadi teman berbagi..
Karena aku ingin kau tetap baik-baik saja...


-Lanjutan Hidup
Kamu, semoga hidupmu, hidupku, menjadi barakallah wa fi amanillah..
  Tetap kejar apa yang kamu cita-citakan,..
  masih dengan kata yang sama-“ Semoga kita menjadi lebih baik kedepannya”...
Aku ingin ada untuk menghormatimu, menjaga nama baikmu dan ingin ada untuk selalu berbuat baik padamu, namun jika ada kesalahan yang terjadi, sungguh itu adalah ketidak sengajaan yang tidak ingin aku ciptakan.

1205



Dialog ku dengan Angin
Hari ini, aku mengetuk daun pintu rumahmu
Tak ada satupun yang menjawab, daun pintu terlihat berdebu
Angin menyambutku, menyuruhku untuk menunggu
Sabar adalah do’a bisiknya tanpa ragu
Aku menunggu pilu
Celah itu masih tertutup, seperti menyembunyikan malu
Ataukah kamu berada di balik pintu?
Angin kembali menyapaku
Menyapu bulu tengkukku, mengajak kembali ke masa lalu
Dulu,
Kita bercita untuk membangun danau
di depan halaman rumput berwarna hijau
Dan aku menunggumu di atas perahu
Berlayar diiringi dengan kicaun burung menjemput rindu
Dan Tuhan mengambilmu,
Memintaku untuk ikhlas melepaskanmu







Hujan di Laut
Hari ini, Hujan mengajakku bercengkrama
Ia bercerita tentang air yang ia bawa melewati sungai
Tentang muara yang berakhir pada aliran laut
Lalu bertanya bagaimana denganku?
            Sajak sajak aku tulis saat hujan turun
            Lalu ku biarkan ia dibawa arus sungaimu
            Lalu bermuara di laut
Untuk apa?
Sajak itu akan menari bersama ombak , sambil menunggu hujan kembali
Dan ketika hujan turun,
sajak itu akan menyelami laut yang mengelilingi seluruh dunia
Dan hujan mengamini do’a penulis sajak











Puisi-puisi Malam
Sinar rembulan menyinari puisi puisi di altar malam
Bercahaya disetiap tulisan yang merangkai kebesaran alam
Di setiap kata yang mulai terbungkus cahaya
Membuat pohon pohon memuji kebesaranNya
            Beberapa manusia terlihat memakai jubah putih
            Melewati tidur panjang yang membuat lengah
            Menulis puisi dengan sajak do’a tanpa lelah
Di tengah malam yang hening
puisi puisi itu berterbangan dengan tenang
menunggu langit membawa kebahagiaan
Dan sinar rembulan itu, kembali menyinari puisi puisi malam

kumpulan puisi


Dialog ku dengan Angin
Hari ini, aku mengetuk daun pintu rumahmu
Tak ada satupun yang menjawab, daun pintu terlihat berdebu
Angin menyambutku, menyuruhku untuk menunggu
Sabar adalah do’a bisiknya tanpa ragu
Aku menunggu pilu
Celah itu masih tertutup, seperti menyembunyikan malu
Ataukah kamu berada di balik pintu?
Angin kembali menyapaku
Menyapu bulu tengkukku, mengajak kembali ke masa lalu
Dulu,
Kita bercita untuk membangun danau
di depan halaman rumput berwarna hijau
Dan aku menunggumu di atas perahu
Berlayar diiringi dengan kicaun burung menjemput rindu
Dan Tuhan mengambilmu,
Memintaku untuk ikhlas melepaskanmu


Hujan di Laut
Hari ini, Hujan mengajakku bercengkrama
Ia bercerita tentang air yang ia bawa melewati sungai
Tentang muara yang berakhir pada aliran laut
Lalu bertanya bagaimana denganku?
            Sajak sajak aku tulis saat hujan turun
            Lalu ku biarkan ia dibawa arus sungaimu
            Lalu bermuara di laut
Untuk apa?
Sajak itu akan menari bersama ombak , sambil menunggu hujan kembali
Dan ketika hujan turun,
sajak itu akan menyelami laut yang mengelilingi seluruh dunia
Dan hujan mengamini do’a penulis sajak



Puisi-puisi Malam
Sinar rembulan menyinari puisi puisi di altar malam
Bercahaya disetiap tulisan yang merangkai kebesaran alam
Di setiap kata yang mulai terbungkus cahaya
Membuat pohon pohon memuji kebesaranNya
            Beberapa manusia terlihat memakai jubah putih
            Melewati tidur panjang yang membuat lengah
            Menulis puisi dengan sajak do’a tanpa lelah
Di tengah malam yang hening
puisi puisi itu berterbangan dengan tenang
menunggu langit membawa kebahagiaan
Dan sinar rembulan itu, kembali menyinari puisi puisi malam


                                                               By; Baiq Wahyu Diniyati


kumpulan puisi indah


Pesona Malam
Kau berjalan kepadaku. Tidakkah aku sepadan dengan hatimu
Dengan hati membeku,
Dengan sama merindu,
Sedikit saja kita sama tak mengetahui

“Maaf, sejuta luka itu sempat kau rasa,
Tapi jutaan luka itu masih tetap meresah di dalam jiwaku
Ketika sandaranmu tak kau beri untukku” katamu

Aku tak berucap, ketika jarimu menempel di bibirku
Bukankah kita ada di bawah langit yang sama? Lihatlah aku
Sunyi memperhatikanmu di setiap malam sepi
Kemana saja aku memandang, bayanganmu ilusi mataku.
Aku beralih membela diri
Kau memelukku dalam mimpi tak nyata

Daun Cinta
Dua kali aku duduk di sini,
Menunggu kehadiran di bawah sinar bulan
Bertanyalah?
Aku menantimu

Daun kering berjatuhan di saat angin menerbangkannya
Menyampaikan, bahwa sinar bulan yang temaram-sementara kurasa-
Rumah rahasia yang dulu kau bangun
Menginginkan kita kembali kesana
Malam membikin suasana di jendela jadi syahdu,
Aku ke beranda dan termenung lama,
Kapan kau datang?
Ragukah aku?
Bukan sedikit waktu aku bersamamu
Ombak yang awalnya tenang, lautpun memberontak
Aku tidak pernah berbeda, karena orang lain begitu?
Aku Melihatmu dan bergumam pada soal hidup yang lain:
Aku takut membawamu; pada ujungnya kau terpisah dari asalmu

Ketika senyap jadi dingin, engkau ucapkan perpisahan
demi perpisahan yang membuat hati jadi beku

Benarkah itu takdir, Engkau kembali pergi
Di saat sejuta sakit belum tuntas terobati

Sia-siakah cintaku?
Udara kian sepi, sementara angin tersepuh rindu, dan
hatiku jadi tak tentu

Jelaskan sedikit siapa aku untukmu

Sekali saja, kau mengintaiku untuk tak pernah pergi
Engkau juga meletakkan hatimu di sana, di dalam waktu yang sudah berlalu
Tak ingin aku pergi

Pesan yang Hilang

Aku lelah, tanpa tuntas masih saja kau berhianat
Dengan cintamu sendiri
Lembar kalimat yang engkau sampaikan untukku
sunyi membakar huruf huruf menjadi abu
Di dalam suratmu, engkau bertanya,
“tidakkah kau takut, aku membawamu sementara
pihakmu menentangku”
Aku duduk di tepi ranjang penuh pertanyaan,
Sambil menatap bulan yang tak kunjung menyinar
mengambil kertas dan menggambar hatiku yang runtuh dengan kata-kata:
Aku merindu sajak sunyi di kedalaman malam,
Tapi bukan melepaskan, tanpa seuntai puisi
merelamu pergi,

Hanya bisikkan kesenderian untuk ku sampaikan padamu

Karena engkau adalah harapan untuk sekedar menikmati
takdir cinta

Kehadiranmu yang sungguh tak bisa ku rela
Ketika nyatanya kau bersama yang lain


Rahasia Langit

Kita di tempat berbeda,
Dengan sebuah rahasia rindu,

Sajak kebersamaan kita bertanya,
Untuk sekedar masa lau yang di tenggelamkan senja

Engkau merajut keping hati yang sempat rapuh
Membawanya kepadaku
Memejamkan mata tanpa berkedip
serah pada Takdir-Nya

Entah, kapan rahasia langit akan samapai
Pada bumi hati kita


by: Baiq Wahyu Diniyati


Kamis, 29 Agustus 2019

puisi


Hidup

Dari kehidupan yang sedang aku jalani sekarang
mebuatku belajar, apa hakikat kehidupan itu sendiri,
bagiku Kehidupan ini ada karena aku ada
tanpa adanya aku, aku tidak bisa merasakan kehidupan.

Kamis, 08 Agustus 2019

Pendidikan Islam Dalam Pemikiran Al-Ghazali


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

 Pendidikan Islam merupakan kebutuhan yang dibutuhkan semua orang, bukan hanya kebutuhan melainkan kewajiban semua orang, yaitu menjadi seorang pendidik dan orang yang di didik. Sebagaimana yang telah di sabdakan oleh Rasulullah “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimat”. Adapun pendidikan dalam dunia sosial dapat memajukan kehidupan sosial manusia agar lebih bermartabat. Dan tinggi rendahnya kehidupan manusia itu sangat ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa hakikat dari pendidkan Islam itu adalah mengarahkan anak didik untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki untuk menjadi lebih baik lagi dan menjadikan mereka sebagai insan kamil, karena tidak lain tujuan akhir dari pendidikan itu adalah untuk mengabdikan diri kepada Allah.

Akan tetapi menurut pandangan salah satu filusuf besar muslim, Imam Al-Ghazali, pendidikan Islam digambarkan melalui aktivitasnya yang luar biasa dalam dunia pendidikan. Dasar dari pendidikan Islam adalah menyatukan konsep ilmu dengan dua energi manusia, yakni ilmu dan hati, karena menurutnya indra itu banyak menimbulkan keraguan. Maka dari latar belakang di atas, pemakalah ingin menguraikan tentang bagaimana pendidikan Islam dalam pemikiran Imam Al-Ghazali.

B.     Rumusan Masalah

Berangkat dari latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah yang akan kami bahas, sebagai berikut:

1.      Bagaimanakah biografi Imam Al- Ghazali?

2.      Bagaimanakah pendidikan Islam dalam pemikiran Imam Al- Ghazali?

C.    Tujuan

Tujuan dari dirumuskannya makalah ini adalah:

1.      Untuk mengetahui biografi Imam Al- Ghazali

2.      Untuk mengetahui pendidikan Islam dalam pemikiran Imam Al- Ghazali


BAB II

            PEMBAHASAN

A.    Biografi Imam Al-Ghazali

Nama lengkap Al-Ghazali ialah Abu Hamid Ibn Muhammad Al-Ghazali Ath-Thusi. Ia adalah orang Persia asli yang dilahirkan pada tahun 450 H/1058 M di Thusi, Sebuah kota kecil di Khurasan.[1]

Sebelum ayahnya  meninggal dunia, Al- Ghazali dititipkan kepada seorang sufi (sahabat karibnya). Karena cintanya terhadap ilmu, ayah Al- Ghazali mewariskan hartanya yang selanjutnya diberikan kepada sufi tersebut untuk biaya pendidikan al-ghazali. Akan tetapi hal ini tidak berjalan lama. Harta warisan yang ditinggalkan untuk anak itu habis, sufi yang juga menjalani kecenderungan hidup sufistik yang sangat sederhana ini tidak mampu memberikan tambahan nafkah. Maka al-Ghazali diserahkan ke suatu madrasah yang menyediakan biaya hidup bagi para muridnya. Di madrasah inilah Al-Ghazali bertemu dengan Yusuf al-Nassaj, seorang guru sufi kenamaan pada saat itu, dan dari sini pulalah awal perkembangan intelektual dan spiritualnya yang kelak akan membawanya menjadi ulama terkenal di dunia Islam bahkan mendapat gelar Hujjatul Islam dan Zain ad-Dîn. Pada usia 33 tahun, Al-Ghazali diangkat menjadi Profesor di Universitas Nizhamiyah di Baghdad, dan memperoleh kedudukan tertinggi di dunia ilmu pengetahuan pada masanya..Pada Tahun 448 H Al-Ghazali meninggalkan segala kemahsyuran yang diperolehnya dan keluar dari lingkaran Nazhamiyah menuju Baitul Mekkah untuk menunaikan ibadah haji Sepulang dari mekkah, Al-Ghazali menuju Damaskus dan menetap di kota Damsyik selama sepuluh tahun.[2]

Pada Tahun 499 H, ia mengajar d isekolah Nizhamiyah di Naisabur. Akan tetapi hal tersebut hanya mampu bertahan 2 tahun pada akhirnya dia kembali ke kota Thus lagi, dan mendirikan sekolah untuk para fuqahaDikota itulah Al-Ghazali menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 505 H/111 M tepat diusianya 54 tahun.[3]

B.     Pendidikan Islam Dalam Pemikiran Imam Al-Ghazali

Al-Ghazali adalah tokoh yang menguasai banyak bidang ilmu. Ia menegaskan bahwa tinggi-rendahnya kehidupan manusia ditentukan oleh sifat penguasaan ilmu pengetahuan. Kewajiban utama manusia dalam pendidikan dan penggalian ilmu pengetahuan adalah tentang Dzat Allah yang Maha mutlaq. Karena kebenaran ilmu pengetahuan sifatnya nisbi, pertama-tama harus diketahui tentang kebenaran mutlak yang hanya milik Allah. Pengetahuan dalam bentuk apapun tidak akan sampai kepada kebenaran mutlak karena ilmu bersumber dari Maha mutlak, yakni Rabbul ‘alamin. [4]

Al-Ghazali membagi metode perolehan ilmu menjadi dua, yaitu metode pengajaran manusia (ta’allum insani) dan metode pengajaran dari Tuhan (ta’allum rabbani). Ta’allum insani merupakan metode yang biasa dilakukan di sekolah formal dan nonformal, yang mengandalkan komunikasi interpersonal dan intreaksi sosial. Adapun ta’allum rabbani merupakan metode pengajaran yang melibatkan komunikasi manusia dengan Allah. ta’allum rabbani, dengan ta’allum dan tafakkur. Perbedaan antara ta’allum dengan tafakkur, yaitu ta’allum cenderung pada proses pembelajaran yang dilakukan secara lahiriah dan mempontensikan individu juz’i. sedangkan tafakkur  lebih bersifat bathiniyah dan melibatkan nafs kulli (jiwa universal).[5]

Pemikiran Imam Al-Ghazali tentang pentingnya pendidikan berkaitan dengan lima aspek, yaitu sebagai berikut:

1.      Pendidikan dalm aspek kerohanian atau keimanan

2.      Pendidikan dalam aspek perilaku atau akhlak

3.      Pendidikan dalam aspek pengembangan akal atau intlektualitas dan kecerdasannya

4.      Pendidikan dalam aspek socisl-engineering atau rekayasa sosial

5.      Pendidikan dalam biologis manusia atau kejasmaniahan.[6]

Dalam pendidikan keimanan, Imam Al-Ghazali melalui Ihya ‘Ulumuddin, menjelaskan betapa pentingnya pendidikan keimanan ditekankan sejak anak didik usia dini. Pendidikan ketauhidan berkaitan dengan fitrah manusia. Oleh sebab itu, pengaruh lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah sangat besar sehingga harus memilih dengan baik di mana anak didik itu disekolahkan, agar kekuatan imannya terus bertambah. Anak didik yang menerima pendidikan aspek keimanan akan berhati-hati menjalani kehidupan di masyarakat. [7]

Dasar Pendidkan Islam

Bagi Al-Ghazali yang telah banyak menghabiskan hidup di dalam dunia pendidikan menjabarkan dasar dari pendidikan islam adalah ”menyatukan konsep ilmu dengan dua energy manusia yakni akal dan hati, sedangkan indra lebih banyak menimbulkan kebimbangan. Menurutnya semua ilmu harus berujung pada ilmu yang meyakinkan.[8] Pendidikan terdiri dari komposisi campuran ilmu akal dan ilmu hati yang dijadikan satu dalam pendidikan agama sehingga pendidikan ditujukan untuk mendidik akhlak dan jiwa.

Tujuan Pendidikan Islam



Tujuan adalah suasana ideal yang harus diwujudkan. Dalam tujuan pendidikan, suasana yang ideal akan nampak pada tujuan akhir. Seperti yang telah dikemukakan oleh Al-Ghazali mengeai tujuan pendidikan ialah untuk mendekatkan diri kepada Allah bukan untuk mencari uang atau pekerjaan seperti budaya yang sudah mentradisi di lubung-lubung niat para penuntut ilmu di zaman ini. Pada hakikatnya “Hasil dari ilmu sesungguhnya akan mendekatkan manusia kepada Allah, Tuhan pemilik seluruh alam dan dengan ilmu manusia mendapatkan penghormatan secara naluri” selaras dengan pendapatnya dapat dijabarkan bahwa tujuan pendidikan terbagi menjadi 2 yakni: [9]

a.      Tujuan jangka pendek

Tujuan pendidikan jangka panjang ialah pendekatan diri kepada Allah. Pendidikan dalam prosesnya harus mengarahkan manusia menuju jalur-jalur pendekatan diri kepada Tuhan pencipta alam. Dapat disimpulkan bahwa semakin lama seseorang duduk dibangku pendidikan semakin bertambah ilmu pengetahuannya, maka semakin mendekat kepada Allah.

b.      Tujuan Jangka Pendek

Menurut Al-Ghazali, tujuan jangka pendek ialah diraihnya profesi manusia sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Tercapainya kesempurnaan insani yang bermuara kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.



















BAB III

PENUTUP

Nama lengkap dari Imam Al-Ghazali adalah Abu Hamid Ibn Muhammad Al-Ghazali Ath-Thusi. Ia adalah orang Persia asli yang dilahirkan pada tahun 450 H/1058 M di Thusi, ia merupakan tokoh yang menguasai banyak bidang ilmu. Ia menegaskan bahwa tinggi-rendahnya kehidupan manusia ditentukan oleh sifat penguasaan ilmu pengetahuan. Kewajiban utama manusia dalam pendidikan dan penggalian ilmu pengetahuan adalah tentang Dzat Allah yang Maha mutlaq. Menurut Pemikiran Imam Al-Ghazali tentang pentingnya pendidikan berkaitan dengan lima aspek, yaitu sebagai berikut:

1.         Pendidikan dalm aspek kerohanian atau keimanan

2.         Pendidikan dalam aspek perilaku atau akhlak

3.        Pendidikan dalam aspek pengembangan akal atau intlektualitas dan kecerdasannya

4.        Pendidikan dalam aspek social-engineering atau rekayasa sosial

5.        Pendidikan dalam biologis manusia atau kejasmaniahan.





[1] Hasan Basri, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2017), hal. 219                  
[2] Sielvy Romlah, Pemikiran Pendidikan Islam Al-Ghazali, http://renungansyifadzikro.blogspot.com/2016/01/pemikiran-pendidikan-islam-al-ghazali.html, diakses Senin, 17 September 2018

[3] Abu Hamid Al-Ghazali. Ihya ‘Ulum al-Din (Beirut: Dar al-Fikr, 1991), hal. 3
[4] Hasan Basri, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2017), hal. 223-224
[5] Ibid, hal. 224
[6] Hasan Basri, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2017), hal. 228
[7] Ibid, hal. 228
[8] Zuhairini dkk, Filsafat Pendidikan Islam ( Jakarta: Buta Aksara, 2004),  hal. 155

[9] Sielvy Romlah, Pemikiran Pendidikan Islam Al-Ghazali, http://renungansyifadzikro.blogspot.com/2016/01/pemikiran-pendidikan-islam-al-ghazali.html, diakses Senin, 17 September 2018

Perempuan

 Perempuan Aku tidak akan menjabarkan siapa makhluk ini Pada hakikatnya ini adalah aku Lalu, Penjagaan terhadap predikat sebagai perempuan a...