Minggu, 22 September 2019

cerpen, kado yang tertunda


19/07/19
Dear Denganmu
Maaf jika surat ini baru ku kirm sekarang dan telah berbulan bulan melewati hari spesialmu 05 April. Seharusnya pada waktu itu kata kata yang merangkai tulisan ini sudah sampai untukmu, Dan sesuatu berbungkus rapi telah kamu terima. Namun pada kenyataannya hal tersebut tidak ada. Maafkan aku...
Surat yang telah kujanjikan terkirim hari ini juga, saat kamu mebuka dan membacanya. Aku hanya ingin mengatakan jika kamu adalah bagian dariku.

-Rasa 10 tahunku
Saat ini, umur bukanlah ukuran untuk membuat seseorang itu menjadi dewasa, begitu juga kusebut diriku belum melakoni kata “Dewasa”. Kisah yang sudah terlewat selama 21 tahun lalu membuat seseorang menjadi berubah dari masa ke masa, aku memang merasakan hal itu setiap tahunnya, namun untuk sebuah perasaan yang kurasa selam 10 tahun ini belum berubah untukmu yang telah melewati masa hidup 22 tahun. 
Lalu tahukah kamu bahwa sampai saat ini, aku sering berpikir bagaimana menjadi lebih baik lagi, karena sebelumnya aku belum merasakan predikat menjadi lebih baik lagi, itu mindset diriku. tapi belum tentu mindset itu sama dengan orang lain. Aku tak bisa memprediksikan jawabannya. Aku hanya berharap semoga aku menjadi lebih baik. Untuk kamu yang telah melewati masa hidup 22 tahun, apakah kamu merasakan perrubahan lebih baik dalam dirimu?, aku berharap kamu menjawabnya dengan kata iya. dengan harapan tersebut secara tidak sengaja alam akan merespon harapan dan keinginanmu, itulah yang disebut do’a dalam pengharapan kepadaNya. Sudah keberapkalinya aku mengatakan hal tersebut “Semoga menjadi lebih baik” kata ini tidak akan pernah bosan kuucapkan.
Memang untuk saat ini aku mengetahui segala keburukan yang kamu miliki dan beribu kebaikan yang melekat padamu. Dengan begitu kamu adalah seorang yang sampai saat ini aku kagumi. Entah bagaimanapun kamu, aku tidak peduli. Karna yang ku tahu kamu adalah sosok yang hadir dalam hayalku, mimpiku dan nyataku.
Jika kamu bertanya kenapa?
Aku akan menjawab bahwa kamu seorang pemilik hati yang kaya dengan kebaikan. Dan aku tidak akan pernah lupa akan hal itu. Aku ingin terus mengingatnya sampai kapanpun itu.
Namun jika ada keburukan yang telah kamu lakukan entah itu sengaja atau tidak, biarkan saja ia hilang terbawa usia, aku tidak ingin mempermasalahkannya. Aku masih mengingat kata bijak yang pernah kubaca sebelumnya.    “ Jika kamu membenci seseorang dengan keburukan yang telah dilakukannya maka segera ingat kebaikan kebaikan yang telah diberikannya”. hal itu akan mebuatmu bisa meredamkan amarah. Jadi sedikitpun aku tidak ingin membencimu.


Dan rasa 10 tahunku akan merekam cerita-cerita tentang adanya aku dan kamu. Untuk rasa selanjutnya Tuhan sendiri yang akan mengaturnya.  Kita akan menuju masa yang akan datang..
J
Sampai sekarang, kamu adalah salah satu objek utama dalam pikiranku. Baik masa yang telah lewat, masa yang sekarang dan masa yang akan datang kamu adalah orang yang sama. Orang yang menjadi objek pikiranku. (itu rasa 10 tahunku)

-Masa 22 tahunmu
Masa ini 22 tahunmu telah terlewati, banyak sekali episode hidup yang telah kamu lewati, entah itu suka atau duka. Namun yang perlu dilakukan sekarang adalah memperbaiki hal yang telah berlalu. Kamu bukan orang sembarangan, kamu bukan orang bawahan, aku percaya kamu adalah tingkat orang-orang kelas atas, kelas terbaik yang akan memberikan segala yang terbaik baik untuk dirimu, orang lain maupun untuk bangsa ini.
Perjuangan adalah episode hidup setiap orang, Namun banyak orang yang menyikapi perjuangan tersebut dengan sia-sia, ia melewatinya dengan kesemuan yang tidak pernah pasti dalam hidupnya. Tapi, untuk kamu. tidak akan melakukan hal yang seperti itu bukan?, membuang waktu berjuangmu hanya untuk kesemuan yang ada.
Proses berjuang itu adalah apa yang kamu lakukan sekarang..
Masa ini juga akan menentukan bagaimana arah hidup seorang pejuang. Jadi tetep semangat ya.. Jalanin proses berjuangmu dengan ikhlas, jalanin proses hidupmu dengan berbagi dan ingat jangan pernah memendam rasa sakitmu, ceritakan saja karena aku tidak ingin kamu sakit karena hal itu, aku masih ada untuk mu, aku siap menjadi teman berbagi..
Karena aku ingin kau tetap baik-baik saja...


-Lanjutan Hidup
Kamu, semoga hidupmu, hidupku, menjadi barakallah wa fi amanillah..
  Tetap kejar apa yang kamu cita-citakan,..
  masih dengan kata yang sama-“ Semoga kita menjadi lebih baik kedepannya”...
Aku ingin ada untuk menghormatimu, menjaga nama baikmu dan ingin ada untuk selalu berbuat baik padamu, namun jika ada kesalahan yang terjadi, sungguh itu adalah ketidak sengajaan yang tidak ingin aku ciptakan.

1205


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perempuan

 Perempuan Aku tidak akan menjabarkan siapa makhluk ini Pada hakikatnya ini adalah aku Lalu, Penjagaan terhadap predikat sebagai perempuan a...