Senin, 23 September 2019

puisi

Berdamai pada takdir













Aku baru bangun, melihat pagi dengan sinar matahari yang menyilaukan
Langit cerah, membawa harapan kebaikan-kebaikan 


Namun, setelah aku meningalkan tempat itu
Ternyata langit tidak secerah yang aku harapkan


Abu, saat kata-kata pedas menghancurkan harapan kebaikan
Aku linglung, terlalu sakit hati kurasa


Andai saja, langit cerah
Mungkin harapanku tidak akan hilang


harapanku tidak akan di hancurkannya
Baiklah, sekarang aku harus berdamai pada takdir


Menyebalkan memang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perempuan

 Perempuan Aku tidak akan menjabarkan siapa makhluk ini Pada hakikatnya ini adalah aku Lalu, Penjagaan terhadap predikat sebagai perempuan a...