Spritualitas; Psikologi Transpersonal
Realita yang terjadi pada masa
sekarang adalah banyak orang yang kurang mempercayai adanya pengaruh spritual
dalam kehidupannya, mereka beranggapan jika proses spritual yang mereka lakukan
hanyalah sebatas dimensi keagamaan tanpa adanya pemahaman mendalam terhadap
pengaruh dari spritual itu sendiri.
Psikologi
Transpersonal
Psikologi transpersonal merupakan aliran psikologi yang
kecewa terhadap ketidakpekaan pakar psikologi terdahulu dalam menangkap peran
spiritual dalam diri individu. Dalam psikologi modern jiwa dianggap
sebagai fungsi dari proses otak yang material, Psikologi tradisional menganggap
yang material adalah komponen terrendah, sedangkan jenjang tangga tertingginya adalah spiritual (
self beyond-ego). Jenjang kesadaran
ini sejajar dengan jenjang realitas di mana dunia material adalah anak tangga
terbawahnya dan spiritual merupakan realitas yang paling tinggi dari kesadaran yang dimiliki
oleh manusia.
Psikologi
transpersonal merupakan cabang ilmu psikologi yang membahas keadaan dan proses
pengalaman manusia secara lebih mendalam dan luas, serta memiliki dimensi
spiritual. Asumsi umum dalam psikologi transpersonal adalah pengalaman
transpersonal melibatkan kesadaran yang lebih tinggi pada diri individu. Individu
diarahkan untuk mencapai tahap kesadaran tertinggi (altered state of
consciousness) terhadap kondisi dirinya sehingga individu dapat menyadari
penyebab dari permasalahannya, yang selanjutnya dapat diketahui solusi yang
tepat untuk penanganannya (Vaughan, 1979). Gagasan dasar psikologi transpersonal mencoba
melihat manusia selaras dengan pandangan religius, yaitu sebagai makhluk yang
memiliki potensi spiritual, yang bersifat ketuhanan. Teknik yang digunakan
dalam psikologi transpersonal berhubungan dengan ritual-ritual yang dijalankan
dalam tradisi-tradisi keagamaan, dengan cara pandang holistik, yang pada
akhirnya akan membawa pengaruh yang kuat antara tubuh, pikiran, dan jiwa
Konsep
Psikologi Transpersonal
Psikologi transpersonal berfokus pada dimensi spiritual manusia yang
dianggap bahwa dalam dimensi tersebut ternyata mengandung berbagai potensi dan
kemampuan yang luar biasa yang kadang diabaikan. Contohnya, dalam kehidupan
sehari-hari, agama Islam menganjurkan pemeluknya untuk melakukan ibadah sholat
malam atau biasa disebut dengan tahajjud. Dalam kajian psikologi transpersonal,
orang yang merasa sangat dalam ketika menjalankan ibadah, khusyu’ dalam
kesunyian, menyadari atas apa yang telah dilakukan baik berupa kebaikan atau
keburukan serta berserah diri pada Tuhan yang menciptakannya. Dalam kondisi
tersebut ia telah memasuki konsep psikologi transpersonal, karena telah
mengalami suatu pengalaman spritual yang hanya bisa dinilai dan dirasakan
secara pribadi, memiliki perasaan takjub terhadap segala keindahan dan
keagungan yang diciptakan Allah sehingga ia merasa kecil dan hina, dan berusaha
menyembahNya dengan sebaik-baik penyembahan baik karena perasaan takut maupun
perasaan cinta.
Dari kisah tersebut dapat diungkapkan bahwa keindahan dan
ketenangan yang dirasakannya ketika menjalankan shalat tahajud atau shalat
malam ialah sebuah dunia psikologi transpersonal dimana ia telah mengakui
sesuatu yang spiritual dan hanya mampu dirasakan secara khusus oleh pribadinya
sehingga ia mengakui sesuatu yang belum tentu diketahui dan dirasakan oleh
orang lain.
Selain itu, Psikologi transpersonal juga mengarah pada
kesadaran manusia, yang menunjukan bahwa diluar kesadaran manusia terdapat
ragam dimensi lain yang luar biasa potensinya. Misalnya orang yang tahajjud
seperti dijelaskan di atas, mungkin tidak semua orang yang beragama Islam
menyadari makna yang didapat dari sholat tahajjud, tiap-tiap individu merasakan
hal yang berbeda sesuai dengan keimannya. Dalam kondisi meyakini kebesaran
Allah tersebut, sesorang yang masuk ke dalam dunia psikologi transpersonal
berada dalam kondisi sadar, bukan dalam kondisi berkhayal ia merasakan
keindahan yang dirasakannya secara pribadi tersebut secara sadar, dan dapat
mengingatnya dengan jelas.
Dalam dunia kesehatan, psikologi transpersonal dapat
digunakan oleh terapis dengan mengarahkan seseorang pada orientasi pengalaman
hidup, khususnya dalam menyembuhkan orang yang berada dalam tekanan. Bisa
dilakukan dengan cara banyak mendekatkan dan mengajarinya mengenai agama dan meminta
untuk menjalankan hal hal yang berhubungan dengan ibadah atau hal hal spiritual
yang nantinya akan memberikan ketenanangan tersendiri pada jiwanya, ketika ia
sudah masuk dalam dunia psikologi transpersonal ia akan merasakan ketenangan
karena telah memiliki rasa spiritual yang kuat di hatinya.
Konsep
psikologi transpersonal sangat berkaitan dengan kegiatan-kegiatan spritual
agama Islam, konsep ini memberikan perubahan-perubahan baru dalam dunia psikoterapi.
Apakah kita sebagai umat Islam hanya menganggap hal tersebut biasa-biasa saja?,
tentu saja tidak. Dalam agama Islam, kegiatan seperti sholat, puasa, dzikir,
do’a, i’tikaf, pertaubatan dan lain sebagainya bisa memberikan ketenangan serta
pengalaman pribadi yang luar biasa yang melampaui pandangan dari manusia biasa.
Secara tidak langsung dengan melakukan pendalaman spritual kita akan memahami
hakikat hidup itu sendiri, tidak lain hanya untuk menyembah kepadaNya dan
menyadari kebesaran-kebesar yang telah diciptakanNya.
Semoga
bermanfaat...
by: Baiq Wahyu
Diniyati H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar